Pernahkah kita mendengar bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa? Tanpa gaji, tanpa kelayakan hidup yang layak. Harus mencari kerja tambahan untuk mencukupi berbagai kebutuhan. Itulah guru, yang tak berubah dari zaman dahulu. Yah, siapa suruh jadi guru?
Ketika seorang anak
memiliki akhlak yang baik, rajin bekerja, cerdas, jujur, juara kelas, hingga
memenangkan berbagai perlombaan dan sering muncul di media; sang GURU akan
TERLUPAKAN. Kalimat yang akan keluar hanyalah, Anak siapa dulu? Siapa dulu
AYAHNYA? Siapa dulu IBUNYA? Dan siapa dulu ORANG TUANYA?
Itulah kalimat yang akan keluar dengan bangganya.
Namun ketika sang anak
melakukan kesalahan, malas ibadahnya, buruk hafalannya, tak mencukupi nilainya,
dan tertinggal kemampuannya, Pernahkah terlontar siapa orang tuanya? “TIDAK”.
Pastilah yang dicerca SIAPA GURUNYA?
Dan di mana SEKOLAHNYA? Yah, siapa suruh jadi guru?
Di rumah, ketika sang
anak melakukan kesalahan, orang tua akan bebas
memarahinya, menghukumnya, hingga memukulnya. Dengan dalih “KAMIkan
ORANG TUANYA, tahu yang terbaik untuknya”. Namun ketika sang guru menegur si
anak “KARENA SUATU PELANGGARAN, DALAM UPAYA PENDIDIKAN” bisa diseret hingga
ranah pidana. Seakan para orang tua lupa, guru adalah ORANG TUA di sekolah juga.
Dalam kejadian yang berbeda, ketika sang anak terluka, benjol kepalnya, berdarah
kakinya, hingga terjepit tangannya, maka kalimat yang terlontar “NGAPAIN SAJA
GURUNYA?” Yah siapa suruh jadi guru?
Dengan rupiah yang tak
seberapa. Dengan segala waktu, tenaga, fikiran dan berbagai keterbatasannya.
Sang GURU tetap berupaya memberikan perhatian terbaik terhadap anak-anak
didiknya, mulai dari buang air kecil, buang air besar, cebok, makan-minum,
ibadah, tulis baca, hingga menghibur dan menenangknnya ketika bertengkar dengan
teman sebaya. Dan orang tua terlupa, seolah telah lepas TANGGUNG JAWABNYA,
bahwa anak tak PERLU lagi DIDIDIK di RUMAH. Siapa suruh jadi
guru?
Guru BUKANlah
tukang SULAP. Yang Sim Salabim
Abra Kadabra, kemudian mengubah anak sekejap mata. Dari tak bisa apapun
hingga mampu segalnya. Guru BUKANlah MONTIR. Yang memperbaiki segala
kerusakan yang terjadi di rumah, berharap ia akan baik tanpa perawatan dan
pengontrolan yang terarah. Guru adalah Manusia. Yang juga merasakan
sakit, lelah, marah, sedih, senang dan bahagia.
Yah, Siapa suruh jadi
guru? Siapa suruh?
Mereka tak butuh pujian,
namun jangan berikan mereka cercaan. CUKUPLAH TUHAN saja yang tahu, bagaimana
tangis mereka di malam hari BERDOA untuk semua putra-putri BANGSA.
Terimakasih guru
PAHLAWAN yang
BERJASA

Slot Machine Review: Best Casinos & Bonuses - DrmCad
ReplyDeleteSlot Machine 평택 출장마사지 by Pragmatic Play. It's a 거제 출장샵 video slot machine 밀양 출장마사지 developed by Pragmatic Play, 김천 출장샵 a gaming company with a lot of 평택 출장샵 expertise. Learn more.