Tidak dapat
dipungkiri lagi bahwa buku adalah jendela Ilmu, dan membaca adalah jembatannya.
Kemajuan zaman yang terus berkembang adalah bukti berkembangnya ilmu
pengetahuan. Kemajuan ini telah mengantarkan manusi ke dalam era digital. Pada
zaman ini pengetahuan dan informasi
dapat diakses dengan mudah, dimana dan kapan saja berada.
Untuk menambah pengetahuan seseorang tidak perlu lagi duduk di ruang baca (baca;
perpustakaan). Hari ini para pembaca telah bisa membaca computer, laptop hingga
handphone android dan berbagai turunannya. Dan hal ini sangat bermanfaat bagi
tersebarnya pengetahuan.
Namun
disadari ataupun tidak, kemajuan zaman yang terjadi saat ini tidak banyak
dimanfaatkan generasi muda untuk media belajar. Kecanggihan teknologi dan
informasi hanya dimanfaatkan untuk hal –
hal yang minim manfaat. Keseriusan di depan internet dan kecanggihan handphone
hanya digunakan untuk abdet status, chating, bermain game dan hal – hal yang
lebih bersikap melalaikan dan melupakan tuntutan bagi setiap pemuda untuk
membekali diri dengan ilmu yang brmanfaat.
Bagi para
orang tua dan guru tentu hal ini menjadi salah satu masalah. Para anak didik
(siswa) menjadikan buku sebagai momok yang menakutkan. Membaca deretan huruf
berlembar – lembar merupakan hal yang dianggap membosankan. Namun tidak dengan
internet dan game, mereka bisa serius hingga mampu melupakan makan.
Lalu
bagaimana cara mengatasi hal ini? Dan bagaimana cara menumbuhkan minat baca
bagi para siswa dan anak – anak kita di rumah? Banyak hal yang telah
dicanangkan pemerintah dan berbagai lembaga dan pemerhati pendidikan, namun
semua hal ini tak akan bermanfaat dan membuahkan hasil tanpa dukungan dak aksi
nyata bagi kita para orang tua dan guru yang bersentuhan langsung dengan anak –
anak setiap harinya. Adapun beberapapa langkah yang bisa diterapkan;
A. Di lingkungan
sekolah.
1.
Setiap lembaga pendidikan
(sekolah) mewajibkan semua siswa dan guru untuk membaca buku 10 menit setiap
pembelajaran.
Dengan asumsi dalam satu hari
ada 4 mata pelajaran, maka guru dan murid telah membaca selama 40 menit dalam
sehari. (40 menit x 5 hari x 4 minggu) =
800 menit/bulan = lebih dari 13 jam
2. Menyediakan
ruang baca yang nyaman.
3. Melengkapi
buku bacaan yang memadai.
4. Membudayakan
cinta baca menjadi salah satu budaya sekolah.
5. Mengajak
semua masyarakat sekolah ikut terlibat dan melibatkan diri untuk senantiasa
menambah pengetahuan.
6. Memberikan
tugas berupa menulis resensi buku atau resume buku setiap libur sekolah.
7. Menghelat
berbagai ajang dan terkait menulis dan membaca
Seperti
lomba bercerita (sejarah nabi, sejarah bangsa) lomba menulis cerpen, puisi,
karya tulis ilmiah, esai, resensi buku dan berbagai hal positif lainnya.
B. Di Rumah
1. Menyediakan
bahan bacaan yang mendidik.
Komik
dan buku cerita boleh dijadikan jembatan untuk pembiasaan, namun harus selektif
dan memperhatikan nilai aqidah dan pendidikan yang terkandung di dalamnya. Hal
ini tentu menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memeriksa semua bahan bacaan
terlebih dahulu.
2. Menciptakan
kondisi rumah yang mendukung.
Orang
tua wajib menyediakan waktu khusus untuk bersama – sama dengan buah hati mereka
dalam memantau segala perkembangn pendidikannya. Luangkanlah waktu 1 hingga 2
jam untuk menyelami buku, matikanlah televisi jauhkanlah handphone dan berbagai
alat yang dapat merusak ketenangan dalam belajar. (Disarankan waktu yang
digunakan adalah bakda Magrib hingga pukul 09 malam).
3. Menjadikan
perpustakaan dan toko buku sebagai salah satu tempat rekreasi akhir pekan.
4. Memberikan
penghargaan kepada anak atas capaian yang telah diusahakannya. Atas buku yang
telah ditamatkannya.
5. Fasilitasi
anak untuk dapat menuliskan ide – ide dan gagasan yang ditemukannya.
Banyak
membaca akan mengasah kemampuan seseorang dalam menulis. Fasilitasilah mereka
dan dukunglah mereka !
Itulah
beberapa cara yang mungkin dapat diterapkan, hal ini tidak menutup cara – cara
lain yang belum penulis cantumkan dalam tulisan ini. Sebaik – baik cara untuk
mencapai sesuatu adalah cara yang dilaksanakan. Dan seburuk – buruk rencana
untuk mencapai sesuatu adalah rencana yang hanya direncanakan. Wallahu a’lam

No comments:
Post a Comment