Mengatasi Anak yang Tidak Mau Berhenti Menangis di Sekolah

 on Saturday, November 21, 2015  

Mungkin Bapak/Ibu guru para pendidik di Sekolah Dasar (SD), khususnya kelas bawah (kelas 1, 2, dan 3) pernah menemukan suatu kondisi dimana salah seorang anak didiknya menangis  dan tidak mau berhenti ketika jam pempelajaran sedang berlangsung, setelah melakukan berbagai upaya membujuk dan merayunya namun belum membuahkan hasil yang diinginkan. Tentu hal ini akan menjadi masalah yang akan mengganggu proses pembelajaran jika tidak dapat ditangani dengan baik. Kejadian berikut ini mungkin sering dialami Bapak/Ibu guru para pendidik khususnya walikelas. Semoga cerita berikut dapat menjadi salah satu pencerahan bagi kita untuk dapat menghadapi kondisi tersebut.
Kasus I
Suatu ketika seorang anak bernama Evan diganggu oleh teman sekelasnya, sampai ia menangis dan tidak mau berbicara sepatah katapun. Walikelasnya berusaha membujuknya dan menenangkannya dengan berbagai cara, ia tidak mau memberikan respon positif. Lebih dari 15 menit ia terus menangis dan hal ini mengganggu proses pembelajaran yang sedang berlangsung.
Bu Desi sebagai salah seorang walikelas yang terkenal cukup ramah berusaha mengajaknya berbicara, namun Evan tetap saja menangis, menutup kedua matanya dengan kedua lengannya dan tidak memberikan respon apapun terhadap upaya yang dilakukan walikelasnya.
Lengannya basah, sesekali ia terdengar batuk dan tersedu menahan tangis yang mulai tak bersuara.
            Hal ini berlangsung hingga jam istirahat sekolah, anak-anak mulai meninggalkan kelas satu persatu, namun Evan belum menunjukann respon yang baik. Bu Desi mulai khawatir terhadap anak didiknya dan segera melaporkan hal ini kepada Pak Alfi sebagai bagian kesiswaan di salah satu SD swasta tersebut.
            Setelah mendengar pengaduan dari Bu Desi, Pak Alfi segera menuju kelas 1b. Evan masih dalam kondisi sebelumnya. Air mata dan keringatnya membasahi lengan dan bajunya, dan sejurus kemudian pak Alfi melancarkan serangan-serangannya untuk menaklukkan kekesalan hati siswanya tersebut. Tahu apa yang terjadi? Tentusaja, Evan masih tetap menangis. Pak Alfi mulai memutar otak, jurus apa lagi yang belum ia lancarkan untuk membujuk Evan. Jujur saja, iapun mulai kebingungan menghadapinya.
Ia mulai bertanya,
“evan kenapa?”
“dimarahi ustadzah?”
“diganggu teman?”
“diganggu siapa?”
Semua tidak dijawab.
“ada yang jahat sama Evan?, siapa?” coba pak Alfi kembali untuk mengajak Evan berbicara agar mau mengagkat wajahnya dan berhenti menangis. Evan belum menyahut juga. Pak Alfi teringat pembelajran yang pernah diterimanya, bahwa seseorang sangat tertarik dengan hal-hal yang berkaitan dengan pribadinya. Dan munculllah pertanyain lain satu-persatu.
“Evan punya adik?” ia mulai memberikan anggukan kecil
“siapa namanya?”
            “Abi” jawab Evan pelan.
“Evan sering main sama Abi?” ia mengangguk kembali
“main apa?” timpal pak Alfi lagi.
            “main sepeda” jawab evan mulai keras
“ooo” pak Alfi berusaha memasuki kepribadian Evan dan berusahan untuk paham akan dirinya. Ia bertanya perihal apa hobinya, kapan main dengan Abi, bagaimana adiknya, seberapa saying dia dengan adiknya, dan hal-hal lain yag kira-kira menyenangkan bagi Evan dan bagi adiknya. Evan mulai mengangkat kepalanya, menghapus air matanya dan menghentikan tangisnya. Pak Alfi mulai mendapat kepercayaannya dan berhasil mengatasi maslah yang dihadapinya. Wallahu a’lam.
Mengatasi Anak yang Tidak Mau Berhenti Menangis di Sekolah 4.5 5 Unknown Saturday, November 21, 2015 Mungkin Bapak/Ibu guru para pendidik di Sekolah Dasar (SD), khususnya kelas bawah (kelas 1, 2, dan 3) pernah menemukan suatu kondisi dima...


No comments:

Post a Comment

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Pages