“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu
dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya
malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap
apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang
diperintahkan.” (QS. At Tahrim : 06)
Ada sebagian masyarakat kita yang menyamakan antara pengajar dengan
pendidik, padahal keduanya memiliki makna dan tugas yang jauh berbeda. Seorang
pengajar memiliki tujuan pokok untuk menyampaikan suatu ilmu atau pengetahuan yang
disertai bukti bukti kongkret atas apa yang mereka sampaikan dilengkapi dengan
berbagai referensi yang relefan. Sedangkan seorang pendidik tidaklah cukup atas
penyampaian materi pembelajaran, namun lebih dari pada itu. Seorang pendidik
memiliki tanggung jawab untuk mengajak anak didiknya lebih dekat kepada Allah Azza
wajalla, dan menjauhkan mereka dari siksa api neraka.
Pendidik mempunyai tugas dan kewajiban untuk membimbing,
mengarahkan, mengontrol, serta senantiasa memberikan berbagai latihan dan
pengajaran yang bertujuan agar anak didiknya mematuhi segala aturan - aturan
yang benar, yang sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya. Seorang pendidik
juga bertanggung jawab untuk menjaga anak didiknya untuk tetap taat aturan dan
menjaga dirinya agar tidak terjerumus kepada maksiat, yang mendekatkan mereka
pada kemurkaan Allah di dunia dan akhirat kelak.
Tentang fungsi dan tugas pendidik, Allah sebutkan dalam firmannya
sebagai berikut:
يا أيها الذين آمنوا
قوا أنفسكم وأهليكم نارا وقودها الناس والحجارة عليها ملائكة غلاظ شداد لا يعصون الله
ما أمرهم ويفعلون ما يؤمرون
“Hai
orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka
yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang
kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang
diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
(QS. At Tahrim : 06).
Pendidik yang paling pokok dalam
islam bukanlah guru yang mengajar di sekolah, bukanlah para mubaligh, para
ustadz, atau para Buya pimpinan pesantren. Tapi, pendidik yang
paling penting dalam Islam adalah orang tua sebagai benteng pertahanan pertama
dalam menyelamatkan anggota keluarganya dari siksaan api neraka.
Seorang suami adalah pendidik bagi istri dan anak – anaknya, dengan
arahannya dialah yang menentukan kemana bahtera yang sedang dikemudikannya akan
dilayarkan, akankah mengikuti tujuan yang tepat sesuai petunjuk Allah dan
Rasulullah atau terhanyut menghempas badai dan terbawa gelombang tanpa tahu
harus memilih arah yang benar.
Seorang istri adalah pendidik bagi anak – anaknya. Sebagai ibu ia juga
turut bertanggungjawab atas pendidikan yang diterima putra – putrinya. Seorang ibu
dapat melimpahkan tugas dan berbagai pekerjaan rumah kepada asisten rumah
tangga, namun tidak untuk pendidikan anak – anaknya. Jika hal ini sampai
terjadi, tentulah keselamatan pendidikan generasi agama islam ini akan tergadai
ditangan yang tidak tepat.
Orang tua (ayah dan ibu) adalah figur yang paling tepat di rumah. Mereka
adalah contoh nyata yang dapat dijadikan cermin bagi semua anggota keluarganya.
Wallahu a’lam

No comments:
Post a Comment